Gara-gara 1 kata "MisCommunication" hariku untuk beberapa hari ke depan bakal sedikit kacau. Gimana tidak,,hasil kerjaku selama 1 minggu bisa dikatakan sia-sia...dan harus kuulangi dari awal....
Ya...Miskomunikasi...benar-benar membuatku sedikit repot....bukan bermaksud mengeluh,,tapiii..rasanya memang cukup menjengkelkan...sekaligus dongkol....
"Miskomunikasi" memang terdengar cukup sepele, dan untuk beberapa hal seperti yang aku alami, mungkin tidak ada efek yang cukup besar (hanya sedikit menjengkelkan). Tapi di hal-hal lain terutama di bidang bisnis, Miskomunikasi ini bisa berakibat sangat fatal,,bahkan sampai kebangkrutan (bersyukur aku tidak mengalami hal ini).
"Miskomunikasi" memang terdengar cukup sepele, dan untuk beberapa hal seperti yang aku alami, mungkin tidak ada efek yang cukup besar (hanya sedikit menjengkelkan). Tapi di hal-hal lain terutama di bidang bisnis, Miskomunikasi ini bisa berakibat sangat fatal,,bahkan sampai kebangkrutan (bersyukur aku tidak mengalami hal ini).
Lantas apa sie sebetulnya 'Miscommunication'?
mungkin ada baiknya kita bahas,,supaya kita bisa menghindari miskomunikasi yang merugikan kita...
Kata ini sebetulnya terdiri dari 2 kata yaitu mis dan communication yang tentunya diadopsi dari bahasa......ENGLISH....
KOMUNIKASI
Kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia siee,,,Komunikasi itu berarti 'pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami'. Bisa juga diartikan sebagai 'hubungan' maupun 'kontak'. Sedangkan kalo aku baca-baca dari OSPI (itu tuhh,,,office of superintendent of Public Instruction...) komunikasi berarti proses di mana kita memberikan dan menyampaikan makna/arti dalam upaya untuk menciptakan pemahaman bersama. Proses ini membutuhkan keterampilan perbendaharaan yang besar dalam pengolahan intrapersonal dan interpersonal, mendengarkan, mengamati, berbicara, bertanya, menganalisis, dan mengevaluasi. Penggunaan proses-proses ini berkembang dan beralih pada semua bidang kehidupan: rumah, sekolah, masyarakat, pekerjaan, dan lainnya. Melalui komunikasi ini kolaborasi dan kerjasama terjadi.(semoga engga salah nerjemahin...untuk lebih jelasnya bisa langsung ke site nya...)
Dalam berkomunikasi ini terdapat minimal 2 orang yang terlibat, yang satu disebut komunikator, sedangkan di pihak lain disebut komunikan. 2 istilah itu bisa kita artikan sebagai berikut (Lagi-lagi kujiplak dari KBBI).
mungkin ada baiknya kita bahas,,supaya kita bisa menghindari miskomunikasi yang merugikan kita...
Kata ini sebetulnya terdiri dari 2 kata yaitu mis dan communication yang tentunya diadopsi dari bahasa......ENGLISH....
KOMUNIKASI
Kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia siee,,,Komunikasi itu berarti 'pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami'. Bisa juga diartikan sebagai 'hubungan' maupun 'kontak'. Sedangkan kalo aku baca-baca dari OSPI (itu tuhh,,,office of superintendent of Public Instruction...) komunikasi berarti proses di mana kita memberikan dan menyampaikan makna/arti dalam upaya untuk menciptakan pemahaman bersama. Proses ini membutuhkan keterampilan perbendaharaan yang besar dalam pengolahan intrapersonal dan interpersonal, mendengarkan, mengamati, berbicara, bertanya, menganalisis, dan mengevaluasi. Penggunaan proses-proses ini berkembang dan beralih pada semua bidang kehidupan: rumah, sekolah, masyarakat, pekerjaan, dan lainnya. Melalui komunikasi ini kolaborasi dan kerjasama terjadi.(semoga engga salah nerjemahin...untuk lebih jelasnya bisa langsung ke site nya...)
Dalam berkomunikasi ini terdapat minimal 2 orang yang terlibat, yang satu disebut komunikator, sedangkan di pihak lain disebut komunikan. 2 istilah itu bisa kita artikan sebagai berikut (Lagi-lagi kujiplak dari KBBI).
- Komunikator : yaitu orang atau kelompok orang yang menyampaikan pesan kepada komunikan
- Komunikan : yaitu penerima pesan dalam komunikasi.
- keterampilan ekspresif untuk menyatakan suatu pandangan non-defensif (maksudnya ini keterampilan ekspresif untuk menyampaikan informasi kepada orang lain); ada 3 tahapan untuk keterampilan ekspresif ini, pertama dapatkan perhatian dari lawan bicara anda, kemudian sampaikan informasi kepadanya, dan langkah terakhir cek pemahamannya terhadap informasi yang disampaikan.
- keterampilan mendengarkan untuk memperoleh informasi dari orang lain ; Cara termudah untuk menggambarkan keterampilan mendengarkan adalah sebagai cermin dari keterampilan ekspresif. keterampilan ini merupakan keterampilan yang dibutuhkan untuk membantu orang lain membuat pernyataan yang jelas. Yang perlu kita lakukan adalah berikan perhatian kita kepada lawan bicara, dengarkan informasi yang disampaikan untuk memahaminya, Biarkan lawan bicara tahu tentang apa yang anda pikirkan mengenai informasi yang baru saja anda peroleh.
- dan satu lagi adalah keterampilan proses untuk mengelola interaksi secara keseluruhan dan mengidentifikasi informasi yang dibutuhkan (Untuk yang ini aku pahami dari tulisannya Dick, B:1997 dari situsnya, penjelasan dibaca sendiri yach...ada banyak banget tuh...).
Nah,,,sekarang Kita beranjak ke.....
MISKOMUNIKASI
Ada sebuah kata yang dilekatkan dari kata komunikasi,,,yaitu MIS...yang kalo aku terjemahin dari google translate berarti SALAH (sebenarnya aku juga udah ngerti sie...) . Jadi kira-kira kalo digabungin antara komunikasi dan mis (jadi miskomunikasi) bisa saya artikan sebagai komunikasi yang salah. salah disini maksudnya adalah salah pengertian, entah kesalahan ada di pihak komunikator ataupun di pihak komunikan. Yang jelas, ada perbedaan persepsi antara komunikan dan komunikator.
Coba kita perhatikan penjelasan David Traum(1996) mengenai miskomunikasi:
Miskomunikasi adalah salah satu kasus tertentu kurangnya keselarasan keadaan mental agen , khususnya di mana mereka menyimpang pada terjadinya atau hasil komunikasi. Sebagaimana menurut Austin [Austin1962] , komunikasi adalah tindakan, dan dengan demikian miskomunikasi dapat dipandang sebagai contoh kegagalan tindakan (ketika pembicara gagal untuk menghasilkan efek yang diinginkan), persepsi yang salah (bila pendengar tidak dapat mengenali apa yang dimaksudkan pembicara dalam berkomunikasi), atau keduanya. (selengkapnya baca di sini ya...)
Nah dari penjelasannya si Traum itu terlihat dengan teramat sangat jelas kalau miskomunikasi bisa terjadi karena kesalahan komunikatornya karena tidak bisa menyampaikan maksudnya dengan jelas, bisa juga karena kesalahan komunikannya karena ia tidak paham dengan yang dimaksudkan sang komunikator, dan yang lebih parah karena kesalahan kedua-duanya!!!!
Sebetulnya ada beberapa klasifikasi dari miskomunikasi,,,tapi tidak akan saya jelaskan di sini...karena akan terlau panjang ceritanya...(alasan sebenarnya--->malas nerjemahin).
Nah,,,TOPIK terakhir yang paling ditunggu-tunggu.....yaitu.....
BAGAIMANA SIEEE......... MENGHINDARI (SETIDAKNYA MEMINIMALKAN) MISKOMUNIKASI?
Ini nih pendapat dari Houze dengan sedikit pengubahan dari saya (sekali lagi,,smoga terjemahannya bener.....selengkapnya baca disini)
Kita dapat mengurangi miskomunikasi, kehilangan harapan, frustrasi, kebingungan, kekecewaan, kemarahan, dan emosi lain dengan menjaga hal-hal berikut dalam pikiran ketika kita sedang berusaha untuk berkomunikasi:
- Mengetahui apakah tujuan anda. Apa yang Anda ingin orang lain tahu, berpikir, atau lakukan?
- Pilih kata-kata dengan hati-hati. Jika memungkinkan, praktekkan terlebih dahulu apa yang akan Anda katakan dan / atau menulis apa yang ingin Anda katakan. Gunakan kata-kata Anda dan bahasa di tingkat penerima.
- Gunakan nada yang tepat dan infleksi.
Menekankan kata yang berbeda dalam sebuah kalimat dapat mengubah pesan Anda dirasakan oleh penerima. - Pastikan bahasa tubuh dan ekspresi wajah adalah kongruen dengan pesan Anda.
- Perhatikan bahasa tubuh dan ekspresi wajah orang lain. Jika bahasa tubuh orang lain atau ekspresi wajah orang tersebut tidak sejalan dengan pesan yang Anda kirim, lebih baik berhenti dan ajukan pertanyaan padanya.
- Kontrol kecepatan Anda dengan kecepatan mental pendengar Anda. Anda biasanya dapat mengatakan seberapa cepat seseorang berpikir oleh seberapa cepat ia berbicara. Jika Anda pergi terlalu lambat atau terlalu cepat, orang lain mungkin akan tidak sabar, bingung, atau frustrasi.
- Secara aktif meminta umpan balik. Misalnya mengajukan pertanyaan seperti, "supaya kita yakin kita berkomunikasi secara efektif, bisakah Anda ceritakan pemahaman Anda tentang apa yang baru saja kita bicarakan?" Jika Anda berada di pemahaman yang sama, lanjutkan. Jika tidak, jelaskan atau diskusikan sampai anda mengerti. Hindari pertanyaan seperti: "Apakah Anda mengerti?" atau "Apakah aku membuat diriku jelas?" Pertanyaan tertutup seperti itu dapat menyebabkan pendengar Anda memberikan jawaban 'ya' tanpa dipahami dan, lebih buruk lagi, Anda dapat berpikir dia adalah orang bodoh, yang dapat menyebabkan mematikan komunikasi.
- Kontrol lingkungan sebisa mungkin. Jika ada banyak suara, atau gangguan lainnya, pindah ke lokasi yang lebih tenang dengan lebih sedikit gangguan.
semoga sedikit pengetahuan tentang komunikasi-miskomunikasi bisa membuat kita bisa berkomunikasi dengan lebih baik sehingga terhindar dari miskomunikasi yang dapat merugikan kedua belah pihak.

0 comments:
Post a Comment